Apa Jadinya Repsol Honda Team MotoGP tanpa seorang Daniel Pedrosa tahun depan (opini)

Bismillah . . .

Selamat siang Guys, salam sejahtera bagi kita semua. Panas ini panas, minggu ini balapan paling akbar di muka bumi MotoGP, punya sederet kabar panas. Dimulai dari “pecah telornya” Jorge Lorenzo yang untuk kali pertama setelah memperkuat tim Ducati menjadi juara seri balapan Motogp di sirkuit Mugello Italia, Minggu 4 Juni 2018 kemarin.

valentino-rossi-jorge-lorenzo-andrea-dovisioso_20180603_210423.jpg
Podium Mugello 2018. Credit: Tribun style

Hal ini juga membuat banyak pihak terperangah, seakan tidak menyangka bahwasanya Jorge mampu memenangkan seri balapan bersama motor yang setahun kemarin tidak ramah padanya, mulai dari masalah pada motor, hingga masalah pada “Mapping 8” tahun kemarin menjelang pengujung musim balapan. Sehingga kemenangannya kemarin akhirnya membuat General Manager Ducati Corse Ducati Luigi Dall’Igna bagai berada dalam persimpangan, antara tetap meneruskan kontrak Jorge, atau menggantikan dengan Pebalap lain yang lebih berpotensi menjinakkan motor Desmosedici yang terkenal liar dan sangat bertenaga terutama di trek lurus menjelang R1 sirkuit seperti Mugello kemarin.

pebalap-ducati-andrea-dovizioso-pecahkan-rekor_20180602_201159.jpg

Baca juga http://jabar.tribunnews.com/2018/06/02/motogp-italia-2018-dovizioso-pecahkan-rekor-top-speed-sirkuit-mugello-italia

Kemudian kabar mengenai Andrea Ianonne yang juga akan pisah tim dengan Suzuki, dimana prestasi Ianonne di balapan seri Mugello kemarin juga lumayan karena sempat bertarung hingga akhir demi memperebutkan podium dengan Pebalap legendaris Motogp Valentino Rossi.

Nah, yang bikin DJB kaget adalah soal Dani Pedrosa. Tahu-tahu kemarin udah langsung meledak berita di jagad maya mengenai Repsol Honda memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Dani Pedrosa, dan disambung dengan kabar Jorge Lorenzo yang dikabarkan, bakal merapat menggantikan posisi Dani di Repsol Honda tahun depan.

Nah kembali ke judul, kenapa DJB membuat judulnya “Apa jadinya Repsol Honda tanpa seorang Dani Pedrosa?” kenapa judulnya bukan DJB buat “Apa jadinya Dani Pedrosa tanpa Tim sekaliber Repsol Honda?” Nah, berikut opini DJB mengenai hal tersebut.

26-dani-pedrosa-esp_ds57395_0_crop_videopass_crop_1525719659.videopass_crop_retina

Daniel Pedrosa, Pebalap kelahiran SabadellSpanyol29 September 1985; umur 32 tahun) adalah salah seorang pembalap MotoGP. Ia mulai debut balap grandprix motor pada tahun 2001 di kelas GP 125 cc bersama tim Telefonica Movistar Honda JR, dan meraih posisi ke 8 klasemen akhir. Tahun 2002 ia membalap di tim yang sama dan meraih juara 3 dunia GP 125 cc. Di musim balap 2003 bersama tim Telefonica Movistar Honda JR, ia merebut juara dunia GP 125cc dengan poin 223. Pada tahun 2004 ia pindah ke kelas 250 cc dan bergabung dengan tim Telefonica Movistar Honda 250, dan langsung merebut juara dunia GP 250cc. Tahun 2005 ia kembali mendominasi balapan dan mempertahankan gelar juara dunia GP 250 cc. Di musim balap 2006 ia naik ke kelas MotoGP dan membalap untuk tim Repsol Honda, bersama pembalap Amerika Nicky Haydensampai musim 2008 dan Andrea Dovizioso pada musim 2009. Pada tahun 2012, ia bersama Casey Stoner di tim Repsol Honda dan tahun 2013 hingga 2017 bersama pembalap Marc Marquez.

motogp-repsol-honda-team-launch-puertollano-2011-dani-pedrosa-casey-stoner-andrea-dovizio.jpg
PUERTOLLANO, SPAIN – MARCH 30: Repsol Team Riders Presentation on March 30, 2011 in Puertollano, Spain. (Photo by Manuel Queimadelos / Octagon Media)

Baca juga https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daniel_Pedrosa

Secara “masa bakti” Dani Pedrosa udah 18 tahun berkiprah sebagai Pebalap Honda. Sebuah masa dinas yang mungkin hanya kalah oleh masa dinas seorang Valentino Rossi. Nah, masa baktinya di Honda bakalan segera berakhir di penghujung tahun 2018 ini. Belum jelas kemana Dani akan melangkah, namun dari berita yang dimuat pada motogp.com, Dani bakal membicarakan berikutnya pada gelaran GP Catalunya pada tanggal 17 Juni 2018 nanti. Yaa kita masih belum tahu, akan kemana si-Little Samurai tahun depan, akankah di tim pabrikan, atau mungkin di tim satelit, atau malah ke ajang balapan dibawah MotoGP seperti WSBK, yaa siapa tahu kan.

.facebook_1528265112260.jpg1491423653.jpg
Credit: Danne Motor Facebook

Nah, semua masih misteri setidaknya hingga tanggal 17 Juni 2018 nanti Guys. DJB sebenernya sedih dengan kepergian Pedrosa dari Repsol Honda, bukannya tidak yakin dengan kemampuan suksesornya Jorge Lorenzo, namun Pedrosa tetaplah sosok kalem yang harusnya ada di tim yang kompetitif seperti Repsol Honda. Sayang kalau bakat dan potensi Dani hanya mendapat tempat di tim satelit, apalagi diluar MotoGP.

Kemudian sepeninggal Dani nanti, apakah kira-kira yang bakal terjadi dengan Tim Repsol Honda kedepannya? Akankah Tim ini mampu lebih kompetitif jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya? Yang pasti menurut opini DJB, suasana tim Repsol Honda pasti akan berbeda dengan ketiadaan Dani tahun depan. Terlepas dari faktor Jorge Lorenzo yang bakal menjadi penggantinya, suasana internal tim Repsol Honda sendiri dipastikan bakal berbeda. Semua juga tahu bagaimana perbedaan antara Jorge dan Dani. Jorge cenderung meledak-ledak termasuk di lintasan, beda dengan Dani yang lebih kalem tanpa banyak kehebohan dari pernyataannya di masa konferensi pers maupun di media pada saat diluar lintasan. Yaa semoga suasana Tim Repsol Honda sendiri dapat kondusif dan minim friksi antar dua orang juara dunia dari era yang sedikit berbeda. Akan ada dua pebalap tangguh di tim besar seperti Repsol Honda, positifnya tentu potensi juara pebalap, tim dan Konstruktor bakal lebih mudah diraih. Hanya saja semua orang di tim Repsol Honda tentu harus bersiap dengan kemungkinan buruknya. Yaa jika keduanya mendominasi, bukan tidak mungkin bakal ada perasaan keakuan dari keduanya kelak. Yaa semoga opini DJB ini gak 100% terbukti sih kemudian hari, jikapun terbukti, anggap aja opini yang kebetulan tepat dari seorang penikmat gelaran balap motogp sejak era Rossi terakhir main di Sentul dua puluh satu tahun silam.

Terakhir, dengan selisih 66 poin dari Marquez di puncak klasemen sementara balapan MotoGP tahun ini, sebenernya DJB pribadi berharap ada keajaiban. Oke DJB pribadi mungkin terlihat sangat mengidolakan sosok Valentino Rossi di ajang balap MotoGP, namun itu lumrah karena Valentino adalah sosok yang ikut membesarkan ajang MotoGP itu sendiri. Namun khusus tahun ini, DJB pribadi memiliki harapan, agar terjadi keajaiban pada performa seorang Daniel Pedrosa. Semoga dari seluruh sisa seri balapan MotoGP tahun ini, Dani bisa memenangi separuh seri tersisa dan dapat konsisten meraih podium hingga akhir musim. Setidaknya hal itu akan membuktikan kepada dunia, pada dasarnya seorang Daniel Pedrosa bukan sekedar pebalap pelengkap kuota, Daniel Pedrosa adalah seorang Little Samurai, dan sebagai seorang berjiwa Samurai, Dani tidak boleh kalah oleh keadaan. Dan siapa tahu dengan kemenangan demi kemenangan tersebut, ada pabrikan yang kompetitif di ajang MotoGP tahun depan. Setidaknya dari sisi ini Dani udah lebih berani dari pada Marc Marquez yang sampai saat ini belum berani untuk berganti tim apalagi berganti pabrikan.

By: DJBikers

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*