Bikers dan Ramadhan yang berakhir. Catatan singkat DJB di akhir bulan mulia menjelang hari kemenangan tiba

Bismillah . . .

Selamat malam Guys, salam sejahtera bagi kita semua. Hari ini Kamis, 14 Juni 2018 hari ke-29 sekaligus hari terakhir puasa Ramadhan tahun ini. Ga terasa usai sudah perjalanan sebulan menempuh perjuangan dan serangkaian ibadah tanda tunduknya kita kepada Allah SWT sebagai hamba-Nya yang tiada punya daya upaya melainkan dengan izin dan kemurahan dari-Nya.

Sebulan penuh (kurang sehari) kita melaksanakan ibadah Puasa, sebulan kita melatih diri menghadapi hawa nafsu, baik yang halal apalagi yang haram. Karena di bulan Ramadhan ini, yang halal dan boleh saja dilarang, apalagi yang haram. Yaappss, sebulan menahan lapar dan haus, sebulan melatih diri agar tidak emosian dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Dan sebulan inilah kita bersama telah membuktikan, seberapa sanggup kita memenuhi kewajiban akan rukun islam ketiga bagi kita umat islam sedunia.

Parameter Puasa memang menahan, namun tidak dari haus dan lapar saja. Yang paling sering adalah menahan efek dari haus dan lapar tadi, dimana biasanya emosi jadi gak stabil kala lapar dan dahaga menyerang. Bahkan tak jarang, DJB pribadi juga demikian. Namun semenjak kehadiran buah hati DJB tercinta, DJB mulai makin meresapi makna puasa meski tidak hanya dalam suasana Ramadhan saja.

Yaa kita bisa melihat, apakah puasa mampu merubah watak dan karakter kita dalam bersikap. Jika sebelum Ramadhan, kita gampang emosian, dalam bulan Ramadhan kita harusnya bisa introspeksi diri, mau marah, ingat puasa, mau nyolong ingat puasa, mau bohong ingat puasa, mau selingkuh ingat puasa, dan saat gajian (serta THR) ingat zakat fitrah selain ingat baju baru buat anak istri tentunya.

Dalam bulan Ramadhan juga, kita bersama melatih diri, terutama bagi para Bikers, bagaimana menahan amarah saat menempuh perjalanan saban hari naik motor. DJB pribadi mencatat ada dua kali DJB nyaris gampar orang di jalanan bulan puasa tahun ini, dua kali nyaris ditabrak soalnya, yang satu pengemudi Suzuki Swift putih yang nerobos motong jalan buat belok entah ngejar teroris entah mau bikin teror di jalan persimpangan GOR H. Agus Salim, satunya kijang kapsul hijau yang menerobos rambu larangan putar balik di U-turn jalan Dr. Sutomo yang nyaris nyundul DJB yang waktu itu lagi otw nganter CBR1000RR milik kolega DJB Sultan Agasi. DJB mah tipe Bikers Santun, namun pas nyaris celaka dibunuh pemakai jalan lainnya, kesantunan itu sekejap mata bisa lenyap berganti amarah sesaat. Yaa sekalipun gak sempat ribut, kadang amarah sesaat bisa nongol lewat umpatan kata demi kata di mulut manis yang juga bisa berbisa.😁😂

Padahal DJB gak pengen bulan puasa tahun ini emosian, apalah daya kondisi di jalan memang mengundang adrenalin sekaligus amarah yang siap meledak menghempaskan luapan kemarahan di dalam dada. Namun syukur Alhamdulillah, DJB gak khilaf lebih jauh. Karena DJB teringat usia, teringat anak dan istri pertama, serta teringat dosa yang dari dulu belum terhapus oleh amal ibadah diri. Yaa ibarat kata, marah ya marah, tapi jika dapat mengendalikan amarah, tentu akan lebih mulia ketimbang melepaskan marah lalu berbuat zalim, dan akhirnya malah menyesal kemudian.

Btw, Ramadhan adalah bulan mulia, yang hanya datang sekali dalam setahun. Sayangnya malam ini berakhir sudah Ramadhan Kareem tahun ini. Tentu makna yang diambil jauh lebih mulia ketimbang menghitung besaran THR yang tidak akan cukup untuk memenuhi keinginan diri yang sarat dengan ini itu. Dan sebagai Bikers, ujung Ramadhan ini ibaratnya ujung persimpangan jalan. Perjalanan selanjutnya masih panjang dan akan segera dimulai besok pagi selama sebelas bulan mendatang. Kira-kira, Akankah amal ibadah sebulan terakhir mampu merubah diri untuk menjadi lebih beradab dan lebih bermanfaat bagi sesama, lebih taat sebagai makhluk kepada Sang Khalik.

Sebagai Bikers, DJB merasakan banyak hal yang juga bakal dirasakan oleh para Bikers lainnya selama berada di jalanan. Namun DJB pribadi merasakan, pengaruh Ramadhan tahun ini sangat besar dan sangat berarti bagi DJB. Ramadhan tidak hanya sekedar bulan menahan haus dan lapar. Ramadhan adalah bulan mulia, bilang rejeki, bulan persaudaraan, bulan perjuangan, dan tentu saja bulan kemenangan. Kemenangan yang hanya bakal dirasakan oleh para Hamba Tuhan yang berbahagia menyambut datangnya Ramadhan, serta yang bersedih saat ditinggalkan Ramadhan. Sebagaimana halnya Bikers, akhir Ramadhan layaknya ujung perjalanan Touring naik motor menempuh sebulan perjalanan siang malam. Dan besok pagi, saat gema takbir berkumandang selama tiga hari kedepan, suasana haru dan bahagia bakal memenuhi relung sanubari. Baik bagi yang telah mudik, maupun yang gagal mudik macam DJB saat ini.

Bikers dan Ramadhan yang berakhir, Ibarat perjalanan, sebulan naik motor itu bisa menempuh jarak belasan ribu kilometer Guys. DJB aja sehari naik motor, dari jam enam pagi hingga jam empat sore, bisa menempuh jarak 640 kilometer, sebulan bisa berapa belas ribu kilometer itu. Namun dalam sebulan ini, DJB ambil maknanya, bukan jaraknya. Selama berkendara sejauh itu, tentu banyak salah dan khilaf diri, baik melalui tulisan artikel di blog, maupun melalui ucapan diri (bagi yang sekantor ataupun pernah bergaul dengan DJB) dan tingkah laku selama berkendara. Untuk itulah DJB pribadi memohon maaf kepada semua pembaca djbikers.com, bilamana ada kesalahan yang DJB lakukan, baik itu tersengaja, maupun tidak disengaja. DJB masih muda Guys, baru 23 tahun (pada 2008 silam) nih, mohon maaf jika DJB pribadi pernah nyenggol kalian baik pas nunduk di trek lurus, maupun pas nikung mereng di tikungan tajam lagi sempit menuju ke kantor DJB. 😁

Tak lupa, terpinta do’a dari DJB bagi kita semua, semoga tahun ini bukanlah Ramadhan terakhir bagi kita semua ya Guys. Semoga amal ibadah kita semua diterima oleh Allah SWT, serta diampuni segala dosa kita selama hidup di dunia. Semoga kelak kita dijauhkan dari siksa api neraka ya Guys.

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar . . .

Taqabalallahu minna wa minkum, wa ja’alana Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin Guys. . .

Demi dua roda motor DJB sejak delapan belas tahun berkendara dan ratusan ribu kilometer yang pernah ditempuhnya. . .

Salam Hormat, Salam Satu Aspal. . .

djb

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*