Akhir pekan yang istimewa untuk Para Pebalap Astra Honda Racing Team, perjuangan tak kenal lelah demi Satu Hati Untuk Indonesia Juara

Bismillah . . .

Selamat pagi Guys, salam sejahtera bagi kita semua. Bagaimana akhir pekan kalian Guys, apakah sama dengan perasaan DJB yang semringah bukan main pagi ini? Btw, tadi pagi kalian udah sholat Subuh semua kan? DJB do’akan kita semua adalah hamba Tuhan yang taat, sehingga kita kelak akan kembali ke Sisi-Nya ke tempat yang terpuji Surga Jannatun nai’m, Aamiin Yaa Robbal A’lamin . . .

Oke Guys, judul artikel DJB kali ini emang istimewa, akhir pekan yang istimewa juga, umumnya kepada semua anak bangsa yang berlaga di ajang balapannya masing-masing, dan khususnya bagi para pebalap maupun mantan pebalap dari Astra Honda Racing Team, Satu HATI untuk Indonesia juara. Bagaimana tidak, ada tiga ajang balapan dan satu gelaran Asian Para Games yang diwakili oleh para pebalap dari Astra Honda Racing Team yang berhasil mempersempahkan podium juara bagi Indonesia, yakni sbb;

Balapan Asia Road Racing Championship Seri Sentul

Nah, dari dalam negeri. Ajang balap Asia yang mempertandingkan tiga kelas utama yakni Underbone 150, Asia Production 250 dan Super Sport 600 yang diikuti oleh para pebalap Honda tanah air, mampu mempersembahkan empat podium melalui Agung Fahrul lewat podium ke-2 para race kedua kelas UB150. Agung yang mengendarai Honda Supra GTR150 ini nyaris back to back memenangi dua race. Jika di race pertama Agung Fahrul mampu menjadi juara, di race kedua agung sedikit kurang beruntung dimana di lap terakhir sedikit kedodoran dan hanya kalah 0,005 detik alias sangat tipis sekali dari pebalap terdepan. Namun melihat performa selama dua race yang berlangsung, tetap gak bisa kita pungkiri, Agung yang juga pebalap Asia Talent Cup bersama Mario Suryo Aji ini, mampu membanggakan kita lewat pencapaiannya diatas tunggangannya Honda Supra GTR150nya Guys.

Kemudian di kelas AP250, Honda CBR250RR milik tim Astra Honda Racing Team memang sangat mendominasi balapan dalam dua hari terakhir. Bagaimana tidak, dua pebalap Astra Honda Racing Team bergantian menjadi yang terbaik di dua race yang digelar. Jika pada race pertama Reza Dhanica mengungguli Ahwin Sanjaya di posisi podium juara, nah di race kedua ini kebalikannya, Ahwin Sanjaya yang memenangi podium didepan Reza Dhanica. Dan tak pelak, hasil ini menjadikan Reza Dhanica sebagai juara Asia di kelas AP250 ARRC 2018. Hal ini juga mempertegas dominasi Astra Honda Racing Team dan Honda CBR250RR sebagai yang terbaik di ajang balapan motor dua silinder 250cc tingkat Asia ini, meneruskan dominasi Gerry Salim di ajang serupa pada tahun lalu. Bedanya jika tahun lalu kemenangan Gerry Salim sering diprotes oleh kubu pebalap negara lain, namun terbukti bahwa motornya Gerry tidak ada yang menyalahi regulasi dan kemenangan Gerry dan Reza Dhanica serta Ahwin Sanjaya tahun lalu murni karena faktor skill balap dan superioritas motor Honda CBR250RR yang luar biasa sehingga mematahkan argumen dari mereka yang dikalahkan oleh pebalap yang menggunakan motor CBR250RR terutama dari tim Astra Honda Racing Team.

Dan di ajang pamungkas, Super Sport 600, ada nama Andi Faridz Izdihar atau yang akrab disebut Andi Gilang, pebalap asal Bulukumba ini, menjadi yang terbaik di dua race kelas paling tinggi di balapan ARRC2018 Super Sport 600 dengan motor andalannya Honda CBR600RR. Kemenangan Andi Gilang di dua race ini terasa makin spesial terutama karena Andi Gilang juga unggul dari rekan senegaranya yakni Ahmad Yudhistira lewat pertarungan sengit hingga bendera finish dikibarkan. Hingga tak pelak, dua bendera merah putih ada di podium tertinggi. Sungguh kemenangan yang membanggakan, double victory ini menjadikan posisi Andi Gilang di klasemen meningkat pesat, dan Andi juga masih memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik bila mampu mempersembahkan kemenangan serupa di seri pamungkas nanti yang akan dilangsungkan di negeri Gajah Putih Thailand.

Thailand Talent Cup 2018

Nah, dari negeri seberang yakni Thailand. Ada kabar bagus yang juga membanggakan DJB dan pastinya kita semua, yakni prestasi Herjun Atna Firdaus atau yang akrab disapa Herjun AF, meraih dua kali podium pertama di ajang balapan yang baru tahun ini diikutinya, Thailand Talent Cup. Herjun yang “disekolahkan” oleh Honda Indonesia ke negeri Gajah Putih sana, tentu memiliki misi khusus untuk dapat menimba ilmu sebanyak mungkin demi mengukir prestasi dan memperkaya jam terbang di setiap balapan yang diikutinya.

Double podium bagi Herjun AF, pebalap didikan Wawan Hermawan sang juara Road Race tanah air. Kiprahnya di Thailand Talent Cup seringkali merepotkan pebalap tuan rumah

Herjun Atna Firdaus (tengah) berhasil meraih podium tertinggi balap pertama Thailand Talent Cup di Buriram, Thailand, Sabtu, 13 Oktober 2018. (Thailand Talent Cup)

CEV European Championship

Dimas Ekky Pratama, yaap, nama ini gak asing lagi di telinga kita para pecinta balap tanah air. Dimana, Dimas Ekky ikut memberikan podium dan mengibarkan Merah Putih dari Spanyol sana di ajang CEV Moto2 European Championship dari sirkuit Albacete Spanyol. Dimas meraih podium ketiga dari race pertama yang berlangsung dalam kondisi hujan Guys, ibaratnya, hujan membawa berkah nih bagi Dimas yang tahun depan akan berlaga semusim penuh di ajang Moto2. Alhamdulillah, triple prestasi dari tiga balapan berbeda, dan ini menjadi bukti betapa pebalap Indonesia mampu bicara banyak bahkan hingga ke ajang balap Eropa sana.

Dimas Ekky saat di podium ketiga balap CEV Moto2 seri Albacete

Asian Para Games 2018

Terakhir, ada prestasi M. Fadly, mantan pebalap Astra Honda yag berhasil meraih medali emas pada ajang balap sepeda Asian Para Games yang berlangsung minggu lalu di Jakarta. M Fadly menorehkan prestasi setelah sebelumnya juga meraih medali perak dan perunggu di ajang yang sama. Sungguh mengharukan jika mengingat kisah M Fadly yang dulu pernah jaya di ajang balap motor, namun akibat suatu kecelakaan membuat Fadly harus pensiun. Namun kecelakaan yang merenggut masa depannya di dunia balap motor tidak menjadikannya putus asa, Fadly meraih prestasi dengan pindah menekuni ajang balapan yang lain, balap sepeda. Dan tak ayal, semangat dan daya juangnya yang tanpa henti, memberikan hasil yang luar biasa.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang berdiri
M Fadly bersama Ron Hogg, salah seorang yang pernah terlibat dalam karir seorang M Fadly di ajang balap motor Asia

Adapun karena ini demi Indonesia, sejenak kita kesampingkan dulu ego kedaerahan dan merek motor pujaan, karena DJB mau kita semua sebagai anak Indonesia, mendukung semua pebalap yang menyabung nyawa di lintasan balap baik dalam maupun luar negeri. Karena jika kalian semua bisa mau mencoba membuka fikiran, dunia balap bukanlah mainan. Seluruh pebalap berjuang menyabung nyawa demi ikut mengejar kemenangan karena mereka membawa nama negara jauh di atas nama tim mereka. Satu alasan utama bagi mereka adalah mereka inginkan podium juara karena mereka membawa bendera negara hingga ke atas podium juara, melakukan yang terbaik bahkan seringkali melebihi batas kemampuan mereka dalam kejuaraan, bukti soal Nasionalisme mereka jangan diragukan lagi Guys.

Last, program penjenjangan pebalap oleh Astra Honda Motor melalui Astra Honda Racing Team perlahan mulai menampakkan hasil. Jika tahun lalu ada Gerry Salim yang menjadi juara Asia kelas AP250 ARRC 2017, tahun ini udah ada Reza Dhanica yang menjadi juara kelas AP250 ARRC 2018. Dunia otomotif terutama roda tua di tanah air terus berkembang, karena memang setiap perjuangan memiliki kisah suksesnya masing-masing, maka semoga kelak ada kesusksesan yang lebih besar lagi bagi mereka para pebalap Tanah air, Aamiin . . .

Jaya terus Pebalap Indonesia dimanapun kalian berlaga, di pundakmu kami percaya . . .

By: DJBikers

Leave a Reply