Raihan manis pebalap AHRT di putaran ke-50 ARRC di Jepang

Bismillah…
Selamat malam Gaeess, salam sejahtera bagi kita semua. Udah hari pertama di awal Juli 2019, gak terasa setengah tahun telah berlalu, yaah, waktu gak berasa aja lewatnya, semoga kita semua selalu dinaungi kesehatan ya Gaeeess.

Well, dari lintasan balap, kemarin baru saja selesai digelar ajang balapan Asia Road Racing Championship seri keempat dari sirkuit Suzuka Jepang. Dan makin istimewa adalah melihat hasil di dua kelas balapan Asia tersebut yang dimenangi oleh para pebalap Indonesia, terutama dari tim Astra Honda Racing Team (AHRT).

Yaaps, balapan ARRC seri Suzuka Jepang tercatat sebagai balapan ke-50 yang diikuti oleh Tim AHRT di kancah Asia. Tim AHRT memang tergolong cukup muda jika dibandingkan dengan beberapa tim lain yang telah lebih dulu berlaga di ajang balap motor Asia ini. Namun soal prestasi, tim AHRT telah mencatat sejarah dengan dua kali menjuarai kelas AP250 ARRC 2017 dan 2018.

Infografis Statistik Balapan ARRC bagi Tim AHRT

Dari rilis AHRT diberitakan, Selama lima tahun terakhir, Astra Honda Racing Team telah mengibarkan bendera Merah Putih untuk Indonesia di beberapa sirkuit balap Asia yang ikonik, mengembangkan pebalap muda Indonesia dan bersama-sama membangun mimpi mereka untuk ikut MotoGP World Championship. Astra Honda sudah melakukan ini di dua kelas berbeda, yaitu SuperSports 600cc sejak 2014 dan Asia Production 250cc sejak 2017.

Astra Honda Racing Team sudah kompetitif sejak awal, dan meraih hasil bagus di ARRC sejak kali pertama ikut. Kemenangan pertama tim ini sudah didapatkan pada 2015, ketika Muhammad Fadli Imammuddin meraih kemenangan di kelas SuperSports 600cc, di hadapan ratusan pendukung Indonesia yang memadati kursi penonton di Sirkuit Sentul. Sejak itu, Astra Honda mencatat sukses 100 persen kala berlaga di sikuit yang ada di Indonesia tersebut untuk kelas SuperSports600cc, melalui Gerry Salim pada 2016, Dimas Ekky pada 2017, dan Andi Gilang pada 2018.

Astra Honda mencatat kesuksesan lebih besar di kelas Asia Production 250cc, dengan selalu menjadi juara umum pada dua musim keikutsertaannya, melalui Gerry Salim pada 2017 dan Rheza Danica Ahrens pada 2018. Secara keseluruhan, Astra Honda telah mengumpulkan tak kurang dari 15 kemenangan di kelas ini dalam periode yang singkat, termasuk satu kemenangan pada musim ini yang dipersembahkan Lucky Hendriansya di Sepang International Circuit.

Terbaru, tentu raihan podium Ahwin Sanjaya dan Irfan Ardiansyah di Suzuka kemarin, menjadi pemanis dari peringatan putaran ke-50 yang diikuti oleh AHRT di ajang ARRC sejak tahun 2014 silam. Dan tentu adalah hal yang istimewa bagi DJB dan kalian juga gaeess, ketika menyaksikan Indonesia Raya berkumandang dari negeri orang, dan makin spesial ketika tiga podium juara juga disesaki oleh tiga anak muda terbaik Indonesia layaknya Awhin, Irfan dan ditambah satu lagi AM Fadly dari Tim Kawasaki Indonesia. Buncah, bangga, salut dan respek DJB melihat perjuangan pebalap Indonesia khususnya AHRT. Seri Suzuka kemarin tak hanya seru, namun juga kental akan aroma persaingan level tinggi yang dipertontonkan oleh para pebalap Indonesia walau berlaga di negeri orang.

Yaaps, AHRT tak ubahnya tim kuat di ajang ARRC, disokong pabrikan Honda yang notabene merupakan pabrikan terbesar di Indonesia, memberikan sumber daya terbaik melalui pebalap binaan dan tim yang lengkap untuk bersaing dengan pebalap dari negara Asia lainnya. Walau hanya mengikuti dua dari empat kelas yang ada di ARRC, setidaknya program penjenjangan karir pebalap udah ada di tahap yang tepat, demi impian untuk dapat bersaing di ajang balapan tertinggi dunia. Hal ini juga kita dapat lihat dari kelanjutan dari perkembangan karir balap dari pebalap AHRT, yang telah berlanjut ke level Eropa lewat CEV Moto2 & Moto3 melalui Gerry Salim dan Mario Suryo Aji, serta Moto2 lewat Dimas Ekky Pratama.

Gerry dan Mario menyusul langkah Dimas yang telah lebih dulu mencicipi kerasnya persaingan balap motor di tingkat Eropa, dimana keduanya memiliki prospek yang cukup menjanjikan kedepannya. Dan semoga kelak, pebalap AHRT akan menjadi salah satu perwakilan dari pebalap Indonesia untuk bersaing di kelas balapan yang lebih tinggi seperti MotoGP.

Balapan ARRC sendiri masih menyisakan seri Zhuhai di China dan Buriram di Thailand. Semoga pebalap Indonesia mampu menjadi juara Asia lagi tahun ini, terutama dari dua kelas yang paling sering menjadi langganan Podium yakni Underbone 150 (UB150) dan Asia Production 250 (AP250). Dan peluang pebalap AHRT menjadi juara Asia masih terbuka cukup lebar, kita do’akan semoga Hattrick juara Asia tahun ini juga dapat digenggam di akhir seri balapan nantinya, Aamiin…

Bravo AHRT, Bravo Indonesia…

By: DJBikers

Leave a Reply